Pemeriksaan Kanker Prostat

Siapapun pasti merinding saat mendengar kata kanker, bisa dibayangkan apabila sampai haru menyandang penyakit mematikan ini. Kanker memang masih momok penyakit menakutkan bagi masyarakat.

Mencegah penyakit memang benar harus dilakukan dengan mengamalkan gaya hidup sehat. Ini berarti kita harus menerapkan pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, menghindari rokok minum alkohol, serta zat adiktif lain. Jangan lupa mengurangi mlemak, memperbanyak konsumsi makanan berserat, serta melakukan pemeriksaan skrining untuk penyakit kanker. Pemeriksaan colok dubur untuk kanker prostat.

Namun sangat disayangkan, pemeriksan skrining belum banyak dilakukan oleh masyarakat kita. Ini terkait dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang, kalaupun paham, mereka masih jarang melakukannya. Bisa karena alasan mahal ataupun belum perlu. Alasan sungkan atau takut menjadi salah satu pemberat lain pada pria untuk mau melakukan pemeriksaan colok dubur sebagai salah satu skrining penyakit kanker prostat. Padahal, banyak dokter menganjurkan agar pria di atas usia 50 tahun melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mendeteksi kanker. Pada saat dilakukannnya pemeriksaan colok dubur ini dokter akan memasukkan salah satu jari ke dalam rektum dan meraba bagian dinding belakang kelenjar prostat, merasakan ada tidaknya pembesaran atau benjolan yang tidak normal.

Pemeriksaan colok dubur, kata Prof. Umbas ditujukan untuk emndeteksi adnaya benjolan keras yang bentuknya tidak beraturan atau Digital Rectal Examiniation (DRE) setiap tahunnya, sebgai upaya dari deteksi dini keberadaan pembesaran, bengkak atau benjolan di kelenjar prostat. Anjuran ini terutama ditujukan bagi pria di atas 50 tahun atau sejak usia 40 tahun bagi yang memiliki riwayat keturunan yang menderita penyakit yang sama atau mengalami gejala-gejala seperti kesulitan untuk memulai buang air kecil atau menahannya, aliran air seni lemah atau terganggu, terbangun malam hari untuk buang air kecil, adanya darah pada air seni atau air mani, sulit ereksi saat ejakulasi dini.

Selain dengan dubur juga harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah dengan PSA atau Prostat Spesific Antigen. Diharapkan dengan pemeriksaan dini itu, dapat mengenali dan mewaspadai kanker prostat sejak dini agar dapat mempertahankan kualitas hidup melalui pengobatan yang tepat. Seseorang masih dapat dikatakan untung bila hanya terkena infeksi prostat. Bila hasilnya pembesaran prostat jinak itu agak sial.

Bila kanker prostat telah memasuki stadium lanjut, maka pengobatan yang diberikan hanya dalam bentuk paliatif. Dan sayangnya hanya 65% datang dalam keadaan lanjut. Konsekuensinya tidak bisa ditolong secara maksimal.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Prostat and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.